ku goreskan tinta di kertas ini
merangkainya menjadi untaian-untaian kata
ku simpan, takut menjadi usang
kan ku berikan padamu, besok, atau mungkin lain hari
saat ku menjumpai parasmu
hari ini ku tersenyum
sembari berkhayal tentang hari esok
tenang saja, ku tak kan bercerita banyak
hanya sebuah kisah klasik tentang mimpi kita
esok, kau harus melepas jubah kekanakkanmu
menggatinya dengan pakaian perang
sebagai prajurit yang berjuang tuk jadi seorang ksatria
tak kan mudah, karena kau hanya seekor kutu
dalam wahana baru yang akan kau jelang
tapi tak perlu risau
ada aku, temanmu, di sampingmu
ada ayah di hadapanmu
dan ada ibunda di belakangmu
yang kan menemanimu,menjadi petunjukmu
dan menjadi lilin harapan sebagai penyemangatmu
Dan ceritaku akan berakhir
Dalam anganku, asamu, dan mimpi kita
Saat sang waktu mulai jenuh
Atau harapan yang telah hilang
Bersama doa yang tak lagi menggema
Rabu, 05 Desember 2012
Dalam Sebuah Doa
19.04
No comments






0 komentar:
Posting Komentar