Sabtu, 05 Oktober 2013

Panjang umur ditengah bisnis menjamur*

Bisnis memang mampu menjanjikan hasil yang sangat menggiurkan. Tetapi pada hakikatnya tidak semudah apa yang kita fikirkan. Bahkan bagi kebanyakan orang memulai bisnis merupakan sebuah tindakan besar yang perlu perencanaan atau mungkin keahlian khusus. Benarkah seperti itu? Memang argumen tersebut tidak bisa dikatakan sebagai sebuah kesalahan. Namun dibalik itu semua, kekuatan paling besar adalah usaha. Dengan adanya niat sebagai modal, keberanian selaku langkah awal, dan usaha menjadi tiang yang tak bisa disingkirkan.

            Persaingan dunia bisnis juga menjadikan sebagian orang urung niat untuk memulai bisnis, bahkan gulung tikarnya pebisnis yang tengah berkembang. Sehingga diperlukan bisnis yang bisa memiliki tafsiran umur panjang atau bisa dikatakan tidak akan pernah mati sampai kapan pun dan akan tetap diincar pelanggan. Pastinya untuk mengetahui itu semua anda harus mampu membaca pasar atau melihat peluang bisnis. Pernahkah anda memperhatikan lingkungan anda? Lingkungan area sekolah dan kampus memiliki peluang untuk mendirikan photo copy, kedai makan atau kos-kosan mahasiswa. Area perumahan berpeluang didirikannya minimarket danlain sebagainya.
            Dalam mencari dan memanfaatkan peluang bisnis diperlukan modal berupa kemampuan diri. Beberapa hal mendasar berikut ini menjadi pegangan anda untuk mengambil keputusan dalam mencari dan melihat peluang bisnis:
a.       pengetahuan
semakin banyak informasi yang dimiliki maka semakin banyak peluang yang bisa dilihat dan dipilih untuk dijalankan sesuai kemampuan.
·         Pengetahuan dasar yaitu pengetahuan yang mencakup hal-hal umum, biasanya tidak memerlukan waktu yang lama untuk mempelajarinya, misalnya: mencuci, memasak 
·         Pengetahuan menengah yaitu pengetahuan yang diajarkan berulang-ulang dalam beberapa waktu. Misalnya mengoperasikan komputer, menyetir mobil 
·         Pengetahuan khusus(ahli) yaitu membutuhkan pelatih, guru atau pembimbing dibidang keahliannya. Misalnya dokter, pelukis
b.      Mental
Mentalitas merupakan faktor utama untuk mencapai sukses dalam menjalankan bisnis. Mental juga identik dengan faktor emosional.
c.       Attitude
Faktor yang membentuk mentalitas adalah sikap. Apa yang ada dalam fikiran dan benak seseorang maka seperti itulah keadannya. Lingkungan akan merespon pikiran manusia. Bertindaklah dengan baik dan jangan takut memulai.
            Masih belum mampu mendapatkan ide produk bisnis anda? Kalau begitu ini adalah sebuah tawaran bisnis yang memiliki peluang yaitu bisnis makanan. Bisnis yang akan tetap eksis diantara menjamurnya bisnis lain yang kian bersaing. Bisnis yang akan terus berkembang dan dicari oleh konsumen selama manusia masih hidup di dunia ini.
Selain itu, usaha makanan merupakan salah satu peluang bisnis yang bisa dilakukan siapa saja. Usaha makanan juga sangat cocok untuk dilakukan dari rumah. Untuk para ibu rumah tangga atau anda yang tidak suka keluar rumah untuk bekerja, anda bisa memulai usaha makanan dari rumah. Ada ragam pilihan dan juga keuntungan yang bisa anda dapatkan.
Jika anda, memang tertarik dengan usaha makanan ini, berikut adalah tips untuk anda untuk memilih usaha makanan dari rumah:
1. Pasar
Sebelum memilih produk yang akan anda jual dalam usaha makanan anda, ada baiknya anda melihat pasar yang akan anda tuju. Kira-kira, produk makanan seperti apa yang pasar perlukan. Selain lezat orang kini lebih memilih praktis dan juga sehat. Maka pastikan bahwa produk yang anda jual memiliki dua syarat tersebut.
2. Modal
Sebelum anda memulai usaha makanan anda, pastikan juga bahwa anda memiliki modal yang sesuai dengan jenis usaha makanan yang akan anda buka. Juga perhatikan pada fokus usaha makanan anda, jangan pernah setengah-setengah. Misal, anda harus memiliki satu hal yang istimewa yang akan diingat dan dicari oleh pelanggan anda. Bisa jadi sajian menunya yang sangat lezat, tempat yang istimewa dan khas, atau hiburan yang juga termasuk di tempat anda. Akan tetapi jika anda memiliki modal terbatas, maka pastikan anda bisa menentukan menu paling sesuai untuk usaha makanan anda.
3. Jenis
Ada banyak jenis usaha makanan yang bisa anda lakukan dari rumah. Mulai dari usaha katering hingga makanan kering juga kue basah. Kuliner khas daerah bisa menjadi referensi sebagai jenis makanan yang akan dibangun. Kuliner jenis ini memiliki nilai ekonomis yang menjanjikan dan mampu survive di pasar. Sesuatu yang unik seperti resep keluarga yang turun temurun juga memiliki nilai jual. Keunikan rasanya pasti menjadi magnet berdatangannya para pelanggan.
Jika telah mampu menentukan jenis makanan yang sesuai. Selanjutnya yang harus anda fikirkan adalah pengelolaan bisnis tersebut agar eksis dan mampu mengait banyak pelanggan. Sesuatu yang perlu diperhatikan yaitu:
a.       Parking lot area
Tempat yang berpotensi mengundang pelanggan untuk datang ke tempat pemasaran. Perlu diperhatikan juga lahan yang luas sebagai tempat parkir yang mampu menampung banyak pengunjung sekaigus.
b.      Placement
Seperti yang telah dijelaskan sebelumya, bisnis kuliner harus mengikuti pangsa pasar. Bila terletak di area kampus, maka harus mengikuti pangsa pasarnya yaitu mahasiswa yang cenderung memiliki passion terhadap makanan yang banyak, lezat, sehat dan murah.
c.       Designe place
Pada umumnya pelanggan datang bukan sekedar untuk makan dan minum tetapi juga suasana. Setting ruangan dan suasana yang nyaman akan membuat pelanggan senang berkunjung.
d.      Price
Semakin murah semakin laris? Tentu tidak. Makanan yang terlalu murah terkadang menimbulhan pertanyaan sendiri bagi para pelanggan. Seperti sehatkah? Higieniskah? Atau mungkin terhadap bahan dari makanan tersebut. Sering tidak bisa dihindari misalnya kelangkaan barang atau perubahan harga komoditi. Contohnya harga cabai yang tiba-tiba menanjak. Pengurangan rasa pedas pada makanan akan membuat konsumen enggan membuang uang. Mempertahankan rasa tanpa mengurangi kualitas memiliki nilai jual masa depan. Bukankah konsumen juga manusia dan dapat mengerti keadaan?
e.       Service
Ini adalah sesuatu yangpaling mudah di ucapkan namun sulit dilaksanakan karena menyangkut situasi dan kondisi karyawan, budaya perusahaan (corporate culture), dan nilai-nilai perusahaan (corporate value). Yang perlu diingat adalah konsumen tidak hanya sekedar mencari menu makanan saja tetapi juga suasana. Penggunaan karyawan sebagai pramusaji harus lebih diperhatikan. Sebagai owner harus menciptakan suasana yang nyaman terlebih dahulu kepada karyawan. Selanjutnya perlu adanya training berkala untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Prinsipnya, berikan senyuman yang tulus, tatapan mata bersahabat, kesediaan membantu konsumen setiap saat, gunakan magic word seperti maaf, tolong, silahkan dan sebagainya, menerima komplain, serta selesaikan transaksi dengan cepat dan tepat.
f.       Taste
Bahan baku yang baik dan cara meramu atau mengolah yang baik akan melahirkan rasa yang lezat. Kuncinya adalah jangan terjebak pada asumsi pribadi. Rasa makanan yang dapat diterima diseluruh pelosok negeri adalah memenuhi unsur pedas (dengan berbagai variasi), sedap (asin sedang, tidak terlalu manis), rasa khas rempah-rempah yang merasuk merata didalam bahan baku makanan.
Selain itu, ada beberapa tantangan yang harus dipersiapkan penanganannya:
1.      Risiko terbesarnya ialah saat makanan Anda tidak cepat laku dan akhirnya basi atau tidak layak konsumsi. Biasanya ini biasa terjadi diawal pergerakan bisnis.
2.      Tingkat persaingan usaha semacam ini sangat tinggi. Namun jangan kuatir, nilai positif yang dimiliki dari penerapan prinsip-prinsip diatas mampu menjadikan usaha tetap bergerak.
3.      Tidak ada yang bisa memastikan jumlah permintaan setiap harinya. Bisa meleihi target atau bahkan tidak sesuai harapan. Konsisten dan ketekunan akan menghilangkan nilai dan pandangan jelek dari hal ini. Berfikirlah panjang kedepan. Jangan hanya melihat jangka pendeknya.
            Akhirnya telah terpenuhi semua informasi yang berkaitan dengan bisnis kuliner. Bila diterapkan dengan benar maka bisnis kuliner tersebut akan memiliki daya saing yang tinggi. Satu hal yang penting saat ini adalah memulai. Bergerak untuk beraksi dan tetap berusaha. 

Tugas lingkungan Bisnis (12.02.8183)

STMIK AMIKOM Yogyakarta 2012/2013

*Referensi:
Pengusaha muslim, ekonomi krisis, bisnis kuliner laris, edisi 15. Volume 2/Maret 2011
www.google.com

0 komentar:

Posting Komentar