Kamis, 21 Februari 2013

Observasi Budaya Indonesia


BAB I. PENDAHULUAN

1.     Latar Belakang Masalah
Musik menjadi salah satu altenatif disaat pikiran kusut dan mungkin stress. karena dengan mendengarkan musik seakan semua masalah tidak pernah ada dan kita akan merasa lebih rileks. Selain itu, saat ada waktu senggang pun lebih asyik bila diisi dengan mendengarkan musik, musik juga dapat menghibur dikala sedih. Ada pula yang belajar sambil mendengarkan musik, menurut mereka cara ini lebih membuat mereka cepat menangkap materi.
Dengan adanya kebutuhan manusia terhadap musik, baik anak – anak , remaja , maupun tingkatan dewasa bahkan orang tua sekalipun mandorong kami melakukan suatu observasi akan musik yang mereka sukai. Dalam hal ini musik yang kami ambil adalah musik modern dan musik tradisional.
Seberapa besarkah kecintaan akan musik tradisional atau hanya sebatas tau tanpa mau melestarikannya sehingga ini menjadi faktor pengklaiman musik indonesia.
Negara indonesia pernah mengalami pengklaiman  Budaya oleh negara asing dikarenakan kurangnya perhatian pemerintah terhadap budaya indonesia. Pemerintah indonesia baru menindak lanjuti kasus ini setelah kebudayaan tersebut telah diakui oleh negara lain.
Itu semua terjadi karena masyarakat indonesia sendiri kurang mensosialisasikan kebudayaannya terhadap negara lain. Jangankan mensosialisasikan kepada negara lain, generasi muda sekarang bahkan tidak mau membudayakan budaya indonesia karena dianggap ketinggalan zaman dan lebih memilih menyukai musik – musik yang modern. Pemerintah kita pun juga kurang memperhatikan kebudayaan negara sendiri, sehingga dengan mudah negara luar mengklaim kebudayaan indonesia karena mereka menganggap kita sudah melupakan bahkan telah membuang kebudayaan kita sendiri.
2.     Perumusan Masalah
Mengapa musik kebudayaan Indonesia kurang digemari masyarakat indonesia sehingga dengan mudah diklaim oleh negara lain ?
3.     Tujuan Penelitian
a.       Mengetahui pengaruh musik – musik dan sebab – sebab musik tadisi indonesia bisa diklaim oleh negra lain.
b.      Melihat seberapa besar kecintaan warga negara indonesia terhadap musik asli negara indonesia.

4.     Hipotesis
Musik modern lebih mendominasi sebagai musik yang disukai sebagian besar masyarakat indonesia sehingga musik tradisi indonesia ditinggalkan dan dilupakan, dan masyarakat indonesia juga masih belum bisa melestarikan dan mencintai budaya leluhurnya sehingga dengan mudah bisa diklaim oleh negara lain.

5.     Landasan Teori
Hal – hal yang menjadi landasan dalam melakukan suatu penelitian ini adalah aliran musik yang membanjiri kebutuhan akan hiburan yang membuat manusia merasa lebih nyaman dan kebutuhan ini tidak dapat dipisahkan , baik musik modern maupun musik tradisional. Lalu seberapa besarkah kebutuhan musik tradisional bagi masyarakat indonesia.


6.     Metode Penelitian
a.       Mensurvei beberapa remaja tentang musik asli indonesia.
b.      Mengelompokkan jenis musik yang disukai mulai dari anak – anak hingga orang tua sesuai dengan umur.
c.       Mengumpulkan beberapa data yang fakta untuk memperkuat argumen

BAB II. PERCOBAAN
  1. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang kami gunakan hanya perlengkapan alat tulis dan alat komunikasi guna mencari data dan fakta pendukung observasi yang kami lakukan.

  1. hasil Observasi
Dari hasil observasi yang kami lakukan dengan mengambil beberapa sampel didapati bahwa 99% perwakilan masyarakat indonesia lebih menyukai musik bergendre POP, R & B dan 1 % lagi memilih keroncong, campur sari, melayu, dan kasidah.
Observasi diatas kami lakukan pada orang berusia 14th s/d 22th. Sedangakan yang lebih memilih musik bergendre tradisional indonesia tidak ada dari kaum remaja, melainkan dari orang yang berusia 21 th ke atas. 

BAB III. DISKUSI DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil observasi ditemukan data, sebagian besar masyarakat lebih menyukai musik pop atau musik modern. Dari setiap tingkatan usia hanya tingkatan usia yang tergolong tua yang cendrung memilih untuk menyukai musik tradisonal indonesia, itupun dalam jumlah yang relatif sedikit.
Dalam hal ini persentase musik tradisional memang sangat jauh daripada musik modern.
Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor sebagai berikut;
1.      Sebagian besar remaja Indonesia beranggapan bahwa musik tradisional Indonesia cenderung memiliki alunan yang lembut sehingga tidak asik didengar atau membuat mengantuk.
2.      Merasa kuno dan ketinggalan zaman bila musik yang didengarkan atau dinyanyikan adalah musik tradisional Indonesia.
3.      Cuek dan acuh terhadap musik tradisional Indonesia dan tidak mengetahui tentang  musik itu sendiri.
4.      Adanya rasa memiliki namun tidak ada kemauan untuk menjaga dan melestarikan sehingga musik tradisional Indonesia bias di klaim oleh Negara lain.
5.      Dan lain sebagainya.

Semua masalah pengklaiman ini terjadi bukanlah karena sifat Negara lain  yang serakah, tapi juga karena Indonesia yang kurang waspada ataupun mengetahui secara detail tentang musik tradisi negaranya. Hal ini dapat kita lihat  dari prilaku masyarakat Indonesia yang belakangan ini kita lihat banyak menonton musik modern daripada musik tradisional atau melihat kesenian – kesenian yang berbau modern.
Terlebih dalam bidang musik POP, anak – anak muda sekarang lebih menyukai musik POP, JAZZ, HIP HOP, dan lain – lain. Dibanding melihat musik tradisional misalnya : campursari, keroncong, dan lain – lain.
Jadi, karena tidak ada peminat yang ingin melihat, menonton, dan menyaksikan pagelaran musik tradisional, tidak akan ada pagelaran semacam ini diadakan kembali. Lalu lama kelamaan akan jarang bahkan tidak akan digelar lagi. Jadi selanjutnya akan banyak orang yang tidak mengetahui musik tradisional Indonesia.
Dengan begitu akan sangat mudah sekali Negara lain merebut dan mengakui musik tradisional kita sebagai musik mereka.

BAB IV. KESIMPULAN DAN SARAN

1.     Kesimpulan
Dari hasil obsrevasi yang kami lakukan, dapat kami simpulkan bahwa lunturnya kebudayaan indonesia disebabkan masyarakat kita yang kurang membudidayakannya. Bahkan tak jarang ada yang tidak mengenal kebudayaan sendiri. Sebagian remaja yang harusnya wajib melestarikannya pun lebih memilih musik – musik yang lebih modern , karna musik berbau tradisional sudah dianggap ketinggalan zaman. Sehingga tak heran negara lain dengan mudah mangklaim/mengambil kebudayaan kita karena mereka berpikir kita sudah melupakan bahkan telah membuang kebudayaan kita sendiri.

2.     Saran
a)      Untuk membangun rasa kecintaan terhadap kultur budaya sendiri sangatlah tidak mudah tentunya. Untuk itu kita sebagai generasi bangsa patut melestarikannya. Jika bukan kita, maka siapa lagi ? hal ini dapat kita mulai dari diri kita sendiri, dengan cara menanamkan dalam diri rasa kecintaan kita terhadap bangsa .
b)      Tentu saja semua ini tidak lepas dari peranan pemerintah. Seharusnya pemerintah harus ikut ambil alih dalam usaha pelestarian kultur budaya, bahkan di barisan paling depan bila perlu, sebagai yang memotori gerakan pelestarian kebudayaan. Misalnya peranan pemerintah ini dengan membiayai pensosialisian berbagai macam budaya bangsa masing – masing daerah, dll.
c)      Menetapkan kurikulum pelajaran khusus budaya daerah indonesia di tiap – tiap sekolah mulai dari tingkat pendidikan paling rendah (TK) hingga ke tingkat pendidikan paling tinggi ( SMA/Perguruan Tinggi).
d)     Mengadakan perlombaan budaya antar daerah tingkat nasional tiap tahunnya untuk memacu masyarakat daerah agar lebih giat melestarikan kebudayaan daerah masing  masing dan membawa nama daerah agar lebih dikenal oleh masyarakat indonesia Se-Nusantara bahkan mendunia.
e)      Mewajibkan adanya sebuah sanggar seni di tiap – tiap sekolah yang biaya pembangunan sarana dan prasarananya dibiayai oleh pemerintah. Tidak hanya di sekolah saja di lingkungan sekitar pun juga bisa kita buat sebuah sanggar seni untuk orang – orang yang sudah tidak menduduki bangku sekolah agar ikut serta membangun kebudayaan kita yang sudah luntur.
f)       Membuat kegiatan ekstrakulikuler yang berhubungan dengan seni daerah. Dan mewajibkan setiap warga sekolah mengikuti salah satu seni daerah masing – masnig .

Kami mengaharapkan setelah melakukan observasi ini adanya perubahan terhadap kecintaan kepada budaya asli indonesia. Jangan sampai kebudayaan kita diambil lagi oleh negara lain karena kelalaian kita sendiri.
            

0 komentar:

Posting Komentar